5 CM : sebuah novel
Ditulis oleh scooterboyz di/pada Maret 19, 2007

Saya ingin dikit “sok t-u” tentang salah satu buku betseller yaitu “5 cm”. Buku ini emang mantab buat dijadiin bacaan wajib bagi para pecinta novel. Novel ini mengambil tema yang sangat sederhana dan (sedikit) klise yaitu friendship. Mungkin biasanya kita udah bosan sama buku-buku model ginian,yag mengagungkan persahabatan. Tapi jujur, novel ini beda,sangat tidak biasa.
Biasanya,para novelis membuat sebuah cerita persahabatan yang alurnya hampir selalu “beberapa orang sahabat karib sejak lama tiba-tiba punya suatu masalah dan akhirnya mereka pisah”. Bosen kali kita baca model gituan trus menerus. Akhirnya ada novel ini yang “sedikit” tampil beda tapi sangat menggoda.
Kita mulai dari kover bukunya,very simple. Hanya tulisan “5 cm” dan Donny Dirgantoro. Betulkah hanya itu?Kalo kita tajamkan padangan, ada tulisan-tulisan di belakangnya yang berwarna hitam dan dibuat bevel (tau bevel ga?Ndeso!!). Tulisan yang bevel itu bertuliskan kata-kata dan frase singkat. Contohnya “impian.harapan.cita-cita.penciptaku.alamNya” dll. Seorang Bayu Abdinegoro (ndeso lagi kalo tak tau!!) memberikan refleksi tentang kover ini :
“Impian, Cinta, dan Kehidupan.
Sederhana, tapi luar biasa..
Ada dalam diri setiap manusia jika mau meyakininya. “
Bayu Abdinegoro (Graphic Artist)
Masuk ke isi. Buku ini diawali dengan prolog yang berisi pembahasan tentang mimpi. Penulis banyak mengutip kata-kata terkenal dari para orang arif (bukan saya) terkenal bahkan dari beberapa artisan dan lagu,seperti I have a dream (Martin Luther King),Cogito Ergo Sum (Descartes),I just run!!(Forrest Gump,Tom Hanks) dll. Novel ini bener-bener berisi tentang kehidupan yang diawali dari mimpi.
Tokoh-tokoh dalam novel ini,yaitu Arial Si Rambo,Riani si Jelita,Zafran si Artisan,Genta sang pemimpin dan Ian si bokep, sudah bersahabat karib sejak SMA. Mereka selalu bareng kemanapun dan ga pernah ada masalah diantara mereka walo personal mereka sangat berbeda. Akhirnya,pada suatu saat,mereka memutuskan untuk berpisah dulu selama 3 bulan. Bukan karena berantem ato apa,tapi lebih didorong keinginan untuk melihat dunia di luar mereka. Mereka ga mau terjebak dalam gua yang telah melenakan mereka selama ini. Jadilah mereka berpisah..Genta menjanjikan untuk membuat suatu pertemuan yang berkesan setelah perpisahan ini. Waktu yang dijanjikan mereka untuk bertemu lagi adalah 14 Agustus.
Dalam masa perpisahan 3 bulan, banyak sekali ihwal yang terjadi. Arial yang mulai menemukan cinta pada Indy. Riani yang bete berat karena memikirkan “kecengannya” yang tak lain adalah salah satu dari temennya. Genta yang consern ke masalah pekerjaannya. Zafran yang selalu kurang kerjaan. Ian yang ngebut TA selama 2 bulan agar bisa segera wisuda. Hebatnya buku ini tidak terlalu memanjangkan masalah perpisahan ini.
Akhirnya 14 agustus datang dan Genta sebagai PJ dari acara pertemuan ini mengajak mereka untuk bertualang ke puncak Mahameru(horeee..Aku juga pernah kesana,kelas 3 SMP klo ga salah). Dalam perjalanan menuju Puncak mahameru banyak hal yang terjadi. Naik kereta ekonomi,bertemu Mas Gembul,bertemu Deniek dan kawan-kawannya,Ranu Pane,Ranu Kumbolo,makam Adrian,surat dari Deniek untuk Adrian,hujan batu dan upacara 17 Agustus di puncak Mahameru. Mereka sangat berterimakasih pada Genta yang memberi sebuah petualangan yang luar biasa.Luar biasa,si penulis bisa memjabarkan semua perasaan dan keadaan waktu pendakian dan memang semua itu nyata,banyak yang sudah saya rasakan. Tapi sayangnya aku ga merasakan pengalaman di Ranu Pane,sebab dulu aku berangkat dari pos Tengger,bukan Ranu Pane.
Dalam bab pendakian ini,ada beberapa hal yang sangat menyentuh dan berbekas di hatiku. Yang pertama,
surat dari Deniek tulis untuk
Adrian,teman yang sangat dia cintai. FYI,
Adrian adalah kawan sekampus Deniek yang hilang dalam pendakian ke Mahameru. Aku nangis pas baca
surat itu dan sekarang pas aku nulis ini,mataku udah berat,hampir tumpah lagi.
Surat selengkapnya ada di post selanjutnya.
Trus ada juga kata-kata yang selalu digunakan oleh mereka untuk menghadapi masalah yang berat dan tidak biasa,misalnya pada saat pendakian ke Mahameru itu. Kata-kata atau motto itu adalah :
“Apabila kamu punya mimpi, taruh dia 5 cm di depan kening kamu,jadi nggak pernah lepas dari mata kamu. Dan sehabis itu yang kita perlu Cuma kaki yang berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang alam berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dan leher yang akan lebih sering melihat keatas.
Juga lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja dan hati yang akan bekerja lebih keras, serta mulut yang akan selalu berdoa.”
Itulah kira-kira isinya buku itu, tapi itu masih garis yang sangat besar,bakal lebih mantab klo baca sendiri. Oiya,ada bagian yang mengagetkan,yaitu saat mereka berkumpul 10 taun kemudian bersama pasangan masing-masing. Siapa pasangannya? Sile baca ndiri..





Juni 15, 2007 pada 2:55 am
saya juga udah baca novelnya Dgirgantoro ini….bagus…baca novel ini ..tanpa terasa ada jalan setapak…yg mengiring kita untuk mendalami buku2 lain….seperti di hal 125…dialog ian dgn dosennya p. legowo ttg EQ…slama ini saya tak tertarik baju gitu,tapi dari situ tanpa sadar …dia ajak sy tamsya ke tempat yg slama ini jarang saya tengok…dan masih banyak…jalan2 setapak lain yg akan tunjukkan ke kita suatau tempat yg indah….mungkin kita sering lewat…tapi dhirgantoro mampu ..merayu kita untuk…mengunjungi taman2 ilmu yang lain…
salam…
Nopember 7, 2007 pada 12:37 pm
5 cm?keren abiz……………..
aku dah baca 3kali tapi gak ada matinya
Nopember 18, 2007 pada 6:08 pm
setiap kali aku butuh semangat untuk ngejar mimpi, aq mesti baca buku ini,hehe..
seru abiez. Buku ini ngajarin aku untuk tidak bisa meyerah dalam mengejar mimpi. Bukan tdk mau menyerah, tapi tidak bisa menyerah…
Nopember 20, 2007 pada 3:22 pm
Hwaaaaaaa………
Pokoke 5 cm tu mank keren buangedddd…!!!!!!!!!!!
Desember 4, 2007 pada 2:53 pm
keren. lucu tapi tetep berbobot dan cerdas.. gw jadi pengen ngerasain berada di dalam kehidupan yang seperti itu..
Desember 28, 2007 pada 6:05 pm
aku dulu beli buku itu pas mau penelitian skripsi. tadinya malas2an banget. tapi pas baca bagian cerita tentang ian, hmmm. he woke me up!
two thumbs up!
Maret 4, 2008 pada 4:41 pm
5 cm keren abizz…
novel yang paling gw suka dari seluruh novel yang pernah gw baca…
bermakna bgt, tentang asem manisnya kehidupan…
ga kya novel2 skarang yang hanya ngebahas ttg cinta, cinta, n cinta…
tapi juga tentang banyak hal yang kita udah sepelein di dunia ini…
this is the best novel i’ve ever read…
Maret 18, 2008 pada 1:18 pm
5 cm baguusss…banget..!!!
banyak kisah serunya, yah ttg persahabatan (TOP bgt), cinta, n pastinya ttg Impian dan Perjuangan…Dheee…
baca berulang2 juga gak bakalan bosan,,hehe
terutama ma kekocakan tokoh2nya,aq suka banget..esp. ma bang JupleZafran si Artisan,hehee…
April 11, 2008 pada 10:34 am
good job!!!
kalo gw punya 1000 jempol bakal gw keluarin semua bwt si penulis. hebat…
baru kali ini gw baca novel yang bisa bikin gw ketawa tengah malem, nangis edan-edanan, keren, pinter banget nemuin hakikat tuhan dari sudut pandang yang berbeda…
salut..
April 12, 2008 pada 10:12 pm
Novel 5 Cm ?
Ajiiiiiiiib !!!
Gileee Keren banget ! Itu baru Pemuda harapan Bangsa !!!
“sebuah bangsa tidak akan pernah kehabisan pemimpin jika anak mudanya sering bertualang di hutan, gunung, dll”
April 15, 2008 pada 5:06 pm
jadi nyesel abis baca 5cm… nyesel dulu pas masih muda koq gak punya mimpi, cinta dan kehidupan… tapi ‘our greatest glory is not in never falling… but in rising every time we fall [confucius] … seperti di buku itu…
April 27, 2008 pada 4:32 pm
Wow,,5 cm…
Keren banget…
Jadi pengen ngasih bingkisan novel ne ma someone,,tapi ga nemu lagi…
Dimana ya,,5 cm lagi???
Mei 17, 2008 pada 11:53 am
5 cm,,, membuat kita berpikir,,, sudah kah kita ber manfaat bagi org lain…. novel ini BBB = bener-bener bagus..
udah berkali-kali baca (9 kehitung lagi) dan tak pernah merasa bosan sama sekali
ampe bela-belain khusus minta dibeliin di jakarta cz di plmbg nggak jual lagi
Mei 18, 2008 pada 9:14 am
Kereeen…..!
Aku dah baca ‘n dah nangis tersedu-sedu
‘palagi pas crita ranu pane-ranu kumbolo, soalnya aku pernah sebulan di desa ranu pane. jadi tau banget suasana di sana.
Ngangenin puol.
Sayang di novel ini gak ada fotonya ranu pane n ranu kumbolo.
Kesian org yg gak pernah ke sana, jadi gak bisa liat keindahan alam yg sesungguhnya.
Trus, coba ada ranu regulo juga pasti lebih bagus
Juni 19, 2008 pada 6:14 pm
Novel ini memang keren habis.Gw sangat terkesan dan termotivasi untuk mewujudkan impian dan cita2 gw…
Walaupub gw lum pernah ke mahameru,sedikit banyak gw tahu gambaran keindahan alam yang ada di sana.
gw juga sempet tertawa sampe menangis membaca novel ini, karena sangat menyentuh hati.
Juni 23, 2008 pada 5:50 pm
Waktu membaca novel ini saya jadi teringat dengan sahabat-sahabat saya saat SD, SMP, SMA. Karena sudah sekian lama tidak bertemu dengan mereka. Sahabatku di manakah kalian? Aku merindukanmu…….
kalian tak mungkin aku lupakan.
Juni 28, 2008 pada 12:57 pm
akhirnya ku menemukanmu… (NAFF)
he2… bom… lama ga bersua… ga sengaja neh nemuinnya.. tiba2 aja om google mnegarahkanku ke sini… gud luck bro!!!