Saat ini sedang diadakan sidang UNCCC di Nusa Dua, Bali. Saya rasa semua orang sudah tahu tentang apa tujuan dari UNCCC ini, yaitu membahas kebijakan dunia seputar dengan perubahan iklim dunia. Disini banyak ditelurkan kesepakatan-kesepakatan baru seputar hal tersebut dan tentunya terjadi banyak pro dan kontra. Saya tidak ingin membahas kesebelan saya terhadap “sebuah Negara yang konon merupakan Negara paling maju di dunia dan dipimpin oleh Bush” yang sangat susah untuk menyetujui kesepakatan-kesepakatan yang baru. Tetapi saya ingin membahas mengenai Global Warming.
Global Warming adalah isu pemanasan global yang disebabkan karena polusi udara yang makin tak terkendali karena banyaknya emisi karbon dari bahan bakar fosil sehingga menimbulkan perubahan iklim (climate change). Saat ini, isu global warming adalah isu paling hot di dunia, yang digembar-gemborkan disana-sini.
Tapi entah mengapa, saya sampai saat ini belum bisa menerima semua teori yang diungkapkan mengenai global warming ini. Jadi secara langsung dan pasti, dalam pandangan saya, saya menyatakan bahwa Global Warming Is Hoax. Saya masi menganggap bahwa global warming ini adalah sebuah teori konspirasi global yang baru (Gile lu ndro, bahasanya..
).

Foto itu saya ambil di UC Berkeley. Ternyata bukan saya doank kan yang beranggapan gitu..
Mari kita telaah tentang pendapat saya ini.
Siapakah saya?
Ini juga penting, sebab sebuah tulisan haruslah berasal dari penulis yang kompeten untuk dapat dipercaya. Saya memang bukan seorang praktisi lingkungan, bukan mahasiswa Teknik Lingkungan ataupun Biologi. Saya juga bukan aktivis LSM lingkungan atau sejenisnya. Saya hanyalah mahasiswa tukang setrum yang suka membaca issue-issue yang hangat di masyarakat. Dan yakinlah bahwa tulisan ini bukan Hoax belaka dan bukan pula karya ilmiah yang valid banget. Ini hanya pendapat saya.
Kalo menurut Oprah Winfrey Show, orang-orang seperti saya ini dianggap sebagai orang yang skeptic akan permasalahan ini. Biarlah……..
Apakah sebenarnya inti dari pendapat saya?
Pendapat saya adalah : Global Warming Is Hoax. Global Warming adalah omong kosong belaka yang hanya merupakan kepentingan dari para imperialis dunia yang tak lain tujuannya adalah bisnis. Saya merasa ini issue yang terlalu dibesar-besarkan.
Mengapa saya menganggap seperti itu?
Sejak berada di sekolah dasar, saya sudah diajarkan mengenai cuaca, iklim, perlubangan ozon, polusi dan lain sebagainya. Bahkan saya sangat ingat bahwa ada kata-kata bahwa iklim itu adalah kondisi udara yang berada di tempat yang luas dan dalam jangka waktu yang lama. Nah, disinilah salah satu letak pendukung pendapat saya. “Dalam jangka waktu yang lama”, adakah kemungkinan untuk berubah? ADA! Lalu ada juga pendapat para ahli sejak dahulu, bahwa keadaan iklim dapat berubah dalam jangka waktu 35 tahun sekali. Nah, itu juga mendukung pendapat saya.
Banyak orang yang mengetahui pendapat saya ini, lalu mengajukan pertanyaan yang sama “Kalo bukan global warming, kenapa bandung sekarang panas?Ga dingin lagi seperti dulu?”. Dengan senang hati saya mengungkapkan pengetahuan SD saya, bahwa iklim itu blablabla dan bahwa iklim itu bisa berubah blablabla. Dan saya sama sekali tidak menyebut global warming pada mereka, sebab itulah pendapat kuno sejak jaman belum dikenalnya global warming, jadi bener2 tradisionil pendapat awa. Mereka sudah tahu sejak dulu bahwa ada kemungkinan perubahan iklim dan inilah saatnya. Apabila anda membandingkan kehidupan di Bandung 20 tahun yang lalu dan sekarang jelas beda. Begitu juga jika Bandung 20 tahun lalu, dibandingkan dengan 40 tahun yang lalu. Jadi pada dasarnya itu merupakan proses, bukan sesuatu yang tiba-tiba.
Ini mungkin alesan yang bener2 poor, sebab ketidakpahaman saya mengenai semua ini, tapi saya punya alas an yang jelas kenapa saya benci pada global warming.
Mengapa saya benci Global Warming?
Hal itu disebabkan karena keyakinan saya bahwa global warming ini hanya menjadi issue sesaat yang bakal hilang suatu saat karena kepentingan bisnis imperialis yang menghembuskan issue itu sudah tercapai. Tidak beda dengan booming OS open source pada beberapa tahun lalu yang sudah meredup sekarang ini.
Saat ini, dunia sedang mengalami kebingungan akan krisis energy. Minyak dinyatakan akan segera habis, kita harus segera mencari energy alternative. Karena kebingungan ini, banyak perusahaan mesin dan otomotif yang membuat produk-produk dengan energy alternative. Misalnya mesin dan mobil hybrid, mesin tenaga panas dan lain sebagainya. Tapi dalam kenyataan, sejak mereka meluncurkan itu semua(kira-kira tahun 2000an), tidak terjadi pemasaran yang sesuai dengan keinginan mereka. Banyak sekali kerugian yang ditimbulkan produk-produk itu. Bagimana tidak? Hanya orag-orang yang bener-bener care terhadap lingkungan dan berusaha berubah yang mau membeli produk tersebut. Menurut survey yang pernah saya baca(sekitar pertengahan 2003 diadakannya), di USA, hal itu tidak lebih dari 3% dari penduduk mereka. Itu aja di USA, bagaimana dengan Negara lain? Saya yakin, sebagus-bagusnya juga sama dengan USA, bahkan banyak yang jauh dibawah itu.
Disinilah issue global warming digulirkan. Dikatakan bahwa global warming itu disebabkan emisi karbon bahan bakar fosil, blablabla. Dan hasil penjualan mereka (survey di tengah 2007), meningkat hingga lebih dari 1000%, otomatis mereka meraup untung yang tak terkira banyaknya. Inilah salah satu permainan dari kaum imperialis dan pebisnis yang terkadang tidak kita sadari. Nanti pada saat mereka sudah merasa cukup menikmati dan perlu mengeluarkan inovasi baru, maka issue ini akan diredam dan mereka akan menimbulkan issue-issue baru.
Adakah sisi positif dari issue global warming ini?
Yap, ada menurut saya. Orang jadi makin care sama lingkungan dan energy. Hutan-hutan makin dijaga, banyak penghijauan, mulai timbul energy alternative ini itu dan lain-lain.
Apakah yang harus dilakukan Negara seperti Indonesia dalam menghadapi hal ini?
Menurut saya, ini bisa menjadi lahan yang bagus buat kita sebagai titik tolak untuk membabat pembalak liar di Indonesia dan meminta bantuan Negara lain untuk membantu pengawasan akan penadah hasil illegal logging itu di Negara mereka.
Dari sisi ekonomi, Indonesia seharusnya meminta insentif dari Negara-negara maju dan kaya yang memiliki ketakutan berlebih akan global warming ini untuk pemeliharaan hutan. Mintanya insentif jangan tanggung-tanggung, sesuai dengan berapa kira-kira yang bisa kita dapetin kalo ngejual semua kayu di hutan Indonesia. Negara-negara yang takut tersebut pasti mau memberikan insentif tersebut.
Bayangkan, mereka mau enak-enakan menimbulkan polusi, sedangkan kita disuruh memelihara hutan supaya mengurangi pengaruh polusi tersbut. Padahal kita bisa makmur (kalo ekstrim) kita tebbang semua hutan dan jual kayunya. Sedangkan sekarang, kita ga boleh menjual kayu-kayu itu plus malah suruh menanggung biaya perawatannya. Kalo kita tebangi semua, kita mati juga mati bareng, tapi minimal Indonesia sempet makmur,hehehe..
Yah, inilah kira-kira, mungkin ini terkesan ngawur, tapi inilah yang saya rasakan dan uneg2an selama ini.








