Soeharto, seorang yang kuat di masa lalu. Menjadi presiden RI selama sekitar 32 tahun. Dialah yang memberantas PKI pada 1965 (walapun ada yang bilang dia dalangnya). Dia yang membuat Indonesia menjadi swasembada beras. Dia yang melakukan “pembantaian” lawan-lawan politiknya. Sangat kuat, bahkan saya tidak yakin bakal ada lagi presiden RI yang “sehebat” dia. Saya cinta dia, walau semua orang dia penjahat, dia bajingan dll, saya tetap respect pada dia. Saat jaman Pak Harto, Indonesia bisa disegani di dunia Internasional. Sekarang? Beuh..Ga jadi babu aja untung. Saya tidak skeptis, tapi lihat aja sendiri, inilah realitas.
Lalu, kekuatan dia di masa lalu, sangatlah kontras dengan keadaan dia sakit saat ini. Sungguh kasian, dia lemah sekali. Saya sedih dan ingin menangis kalau melihat foto atau video saat dia sakit.


Bandingkan kedua foto diatas, saya mencari foto dia sakit terakhir belum ketemu. Itu jauh lebih mengenaskan.
Lalu, bagaimana nasib hukum Simbah kita yang satu ini? Saya membaca di berbagai forum, salah satunya kaskus, banyak yang menuntut kasusnya dibuat secara perdata dan ada juga yang berpendapat sebaiknya kasusnya ditutup aja.
Yang menuntut diselesaikan secara perdata, hal itu disebabkan tidak mungkin Pak Harto dituntut pidana sebab kondisinya yang sudah kiwir kiwir alias kritis. Jadi mereka menuntut minimal harta hasil korupsi Mbah Harto ini dikembalikan. Saya merasa, tidak akan bisa hal seperti ini dilakukan. Kok kaya ga ngerti aja keadaan keluarga Cendana yang tak jauh beda seperti mafioso di Sicilia di film Godfather. Jadi saya rasa susah kalo muluk-mluk berharap harta itu dikembalikan.
Pendapat untuk “memaafkan” dan menutup kasus ini, didasari “rasa terima kasih” karena Mbah Harto sudah memimpn dan membuat Indonesia disegani di dunia serta belum adanya pemimpin yang kehebatannya nyaingi kehebatan Pak Harto. Selain itu, mereka juga berkaca pada pengampunan dari presiden AS ke-38, Gerald R. Ford kepada Richard M. Nixon, presiden ke-37, seputar keterlibatan Nixon pada skandal Watergate yang menyebabkan Nixon menjadi satu-satunya presiden AS yang mengundurkann diri di tengah masa jabatannya. Kenapa Ford mengambil keputusan tidak populis ini? Sebab dia mau menutup sejarah kelam AS seputar skandal ini. Hasilnya? Karena keputusannya ini, Ford kalah dari si petani kacang, Jimmy Carter.Walaupun begitu, John F. Kennedy menganugrahakan Courage Award pada Ford. Menurut saya, keadaan Nixon ini tidak jauh beda dengan keadaan Mbah Harto saat ini, malah Nixon dulu masih sehat.
Kalau menurut pendapat saya, pemerintah memiliki kekuatan untuk menentukan status hukum seseorang. Begitu presiden ngomong A, pasti pada nurut. Dalam pemikiran saya, SBY ini berada di persimpangan jalan antara mengampuni dan melanjutkan proses hukum.Apabila dia memutuskan melanjutkan, saya yakin dia akan banyak kehilangan dukungan legislatif yang saya lihat masi banyak pendukung simbah. Sedangkan apabila dia mengampuni, dia akan dicerca masyarakat “yang tidak mau mengerti”. Tinggal ini SBY memilih saja..
Kalau boleh saya menulis surat untuk Pak Presiden SBY, saya pasti akan menyatakan mendukung pendapat untuk mengampuni Mbah Harto. Kenapa? Dengan diampuninya Simbah, mungkin di awalnya bakal banyak cercaan dari rakyat dan ada kemungkinan dia bakal dijegal atau tidak akan terpilih lagi di Pemilu 2009. Tapi apabila SBY memang mencintai negeri ini dan tidak gila jabatan, maka dia akan memilih keputusan ini karena implikasi selanjutnya adalah masyarakat Indonesia akan menggunakan effort yang sebelumnya digunakan untuk menuntut Simbah untuk hal-hal yang lebih penting. Udah terlalu banyak tenaga kita untuk kasus ini dan sama sekali tidak ada hasilnya.
Banyak yang saat saya ajak berdiskusi tentang ini mengatakan tidak adanya efek jera. Fine.. Lihat dulu kasus Mbah Harto. Penanganan terlalu lembek dan tidak tegas hingga saat seperti ini. Silakan kasus ini ditutup dan jadikan ini jadi pelajaran untuk ke depannya. Jangan sampe ada kasus molor-molor ga jelas gini lagi.
Yah, entahlah..Saya bukan ahli hukum, bahkan tidak pernah belajar hukum. Jadi mungkin saya kurang ngerti tentang peraturan hukum. Tapi inilah uneg2 kesebalan saya terhadap pemerintah kita yang lembek.
Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Bimo Ario Tedjo di forum Detikcom, saya lupa linknya, nanti saya carikan.