Film Ayat-Ayat Cinta = Buruk!
Ditulis oleh scooterboyz di/pada Februari 25, 2008
Anda penggemar novel “Ayat-Ayat Cinta” karya Habiburrahman El Shirazy? Kalo saya, ya, bahkan tidak hanya itu, tapi semua karya Kang Abik saya suka. Pudarnya Pesona Cleopatra, Ketika Cinta Bertasbih, Dalam Mihrab Cinta dan lain-lain, mulai dari cerpen hingga novel, semua saya suka dengan karya Kang Abik. Kenapa? Selain ceritanya yang bagus, saya juga sangat jarang menemukan novel dengan seorang laki-laki sebagai pemeran utama. Walo mungkin saya ga tau tentang setting Mesirnya, tapi apabila membaca karya Kang Abik, saya selalu pengin sekolah di Azhar..
Tapi, mohon maaf sebelumnya, saya menyarankan pada anda untuk tidak menonton film Ayat-Ayat Cinta. Film ini benar-benar hanya roman picisan yang sama sekali nonsense kalo dibandingin bukunya. Film ini hanya mengambil bagian cinta saja dari buku itu. Tidak ada sama sekali pesan yang disampaikan dalam film ini. Selain itu, unsure Islami, sangat jauh dari film ini. Mungkin sang pembuat film merasa bahwa dengan setting mesir, cewe berjilbab dan ngomong arab itu sudah mencerminkan apa yang dinamakan Islam. Ternyata, nothing..

Bagi yang nekat melihat, perhatikan bagian saat malam pertama Fahri dan Aisya. Sungguh memalukan! Kang Abik saja ga menceritakan sedetail itu dan (Maaf) se”bokep” itu. Oke, anda menutupi dengan kusen jendela pada saat itu, tapi apakah tidak menimbulkan interpretasi yang aneh-aneh. Itu hanya satu dari banyak kekecewaan saya akan film ini.
Secara overall saya kecewa dengan film itu. Menurut saya, film ini memang hanya untuk komersil saja dengan mencatut nama kondang dari novel Ayat-Ayat Cinta. Sudah ditunggu lama banget sejak dulu, ternyata sangat mengecewakan. Saya sama sekali tidak merendahkan Hanung Bramantyo, bahkan saya sangat respek. Tolong jangan terlalu picisan gini kalo mau menginterpretasikan buku. Ceritakan semua bagian walau singkat dan jangan bikin alur yang berbeda.
Mungkin ada satu lagi yang ingin saya soroti dari film ini. Karena ini film yang sedikit banyak membawa nama agama, tolong dalam pemilihan pemeran lebih hati-hati. Saya melihat pemeran di film ini bukanlah orang yang “pantas”. Anda pasti tahu bagaimana kehidupan sehari-hari mereka, saya rasa mereka bukanlah orang yagn pantas untuk menjadi orang “sesuci” itu di film ini. Menurut saya masih banyak artis yang lebih pantas untuk memerankan itu.
Saya rasa, seharusnya kang Abik berhak marah melihat film ini. Alasannya? Y abaca aja di atas tadi.
Maaf apabila ada yang tidak setuju atau tersinggung. Saya hanya mengungkapkan apa isi hati saya dan tidak ada kepentingan lain. Saya juga bukan orang film, hanyalah orang awam dan mahasiswa biasa yang tidak punya kelebihan apa-apa, yang ingin mengkritisi film ini karena merasa sanngat dikecewakan. Baru sekali ini saya puas menonton film Indonesia bajakan.
Terima kasih. Salam Respek untuk mas Hanung.
Update : Maaf,terjadi kesalahan di bagi nurul,saya emang agak lupa di bagian itu.MAaf..
Ditulis dalam Pelem | 180 Komentar »












