Scooterboyz Bertutur

Hanya sekedar blog biasa

  • Tentangku..

    Arif

    Aku hanyalah seorang mahasiswa Elektro dari sebuah universitas kecil di negeri ini..



    Sile kuntak saya di : arif@arc.itb.ac.id atau scooterboyz@gmail.com

  • Yahoo Messenger

  • Batagor – Bandung Kota Blogger

    Bwatagor dwot newt
  • Visit Indonesia 2008

    Visit Indonesia 2008
  • Laporan Pandangan Mata

    IMG_6745

    IMG_6727

    IMG_6721

    IMG_6710

    More Photos
  • Pelaku Pemukulan

    • 66,969 Pukulan
  • Tanggalan Skuter

    Februari 2008
    S S R K J S M
    « Jan   Mar »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    2526272829  

Radit dan Jani

Ditulis oleh scooterboyz di/pada Februari 1, 2008

Kemarin secara lagi iseng dan anak-anak pengen hangout, ya udah nonton aja. Nah, bingung kita milih apa, ga ada yang jelas di bioskop SGM itu, Quickie Express, Kawin Kontrak, Otomatis Romantis dan Radit dan Jani. Akhirnya berdasar rekomendasi dari seorang teman, kita nonton Radit dan Jani. Katanya sih bagus kalo dibandingin film-film yang lain. Ya udah, berangkat sodara!

Kita ber-enam nontonnya, padahal sebaris ada delapan. Dan ternyata dua kursi sisanya juga temen sendiri yang nonton dan ga kalah gilanya ama kita-kita. Jadilah komentar-komentar ga jelas keluar waktu nonton film itu. Ok lah, kita langsung masuk ke dalam film itu.

Menurut pendapat saya, nilai untuk film ini adalah 7.5/10. Cerita yang akan disampaikan sangat bagus, yaitu tentang perjuangan seorang suami untuk membahagiakan istrinya, tapi visualisasinya terlalu berlebihan menurut saya. Sedikit synopsis, Radit (Vino G. Bastian) dan Jani (Fahrani) adalah sepasang suami istri hedon luar biasa, mabuk, rokok, narkoba, disko dll, tapi dengan keuangan yang pas-pasan yag didapat dari mencuri. Mereka sama-sama susah cari kerja. Hingga pada suatu saat mereka ketahuan mencuri. Menurut saya, film ini mulai bagus saat Jani hamil. Disitulah perjuangan seorang suami untuk menghidupi dan melayaniistrinya. Radit sampai rela minum (maaf sekali) kencing demi mendapatkan uang untuk obat Jani.

Kelebihan dari film ini salah satunya adalah dibuatnya karakter Jani dan Radit sebagai sepasang suami istri, jadi tidak mendukung pacaran dan free sex. Selain itu, bagi kaum pria, ini merupakan trigger bahwa cowo slengean kaya Radit aja, sangat mencintai Istrinya dan rela melakukan apa saja. Film ini mulai bagus menurut saya setelah di tengah-tengah. Kekuarangannya adalah visualisasi yang terlalu berlebihan, sehingga kadang di luar pemikiran kita tentang apa-apa yang terjadi.

Untuk yang belum nonton, film ini lumayan recommended apabila ga ada kerjaan dan pengen ngabis-ngabisin waktu. Kalo mau nonton ama cewenya, film ini jauh lebih mending dari Kawin Kontrak dan Quickie Express, hehe, sekalian buat perenungan, sudahkah siap menjadi suami anda-anda sekalian.. Tapi kalo male only, ap tu yu.. :D

3 Tanggapan ke “Radit dan Jani”

  1. aisar berkata

    keknya menarik..

    ntar gw buktiin 7.5/10 dari lw.. awas yah!

  2. Goenawan Lee berkata

    *atur rencana ngajak cewe-cewe nonton*

  3. tutu1ng berkata

    yayaya, keren Bomz, liat juga blogku tentang Radit Jani n minta komennya trimakasih… (Fius)

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>