Scooterboyz Bertutur

Hanya sekedar blog biasa

Archive for September, 2007

Arsenal Masi Tetep Menggila (Update Liga Inggris 29 September 2007 )

Posted by scooterboyz pada September 30, 2007

Gile nih..Arsenal menang lagi..

Sebenernya sih permainan Arsenal semalem kurang memuaskan, Cesc Fabregas dan Emanuelle Adebayor yang dalam beberapa pertandingan terakhir ini menggila, tadi malem agak kurang gila..Terus juga kiper Westham, Green, mainnya keren abis dan tangannya panjang banget. Alhasil, Arsenal Cuma menang 0-1 lewat gol RVP di menit ke 12. Sebenernya waktu gol ini, sebelumnya aku udah sempet gregeten sama adebayor yang udah dapet ruang enak banget,malah lama kutak-katik bola, untung dia jeli ngliat Hleb yang menerobos dari samping. BEgitu dioper ke Hleb, langsung diumpan ke tengah kea rah RVP dan gol.. Nyaris ga gol, soalnya udah ditepis sama Green, tapi kena tiang dalem..

Ini hasil Liga Inggris tadi malem (Powered By LiveScore)

Manchester C.  3 – 1 Newcastle U.

Chelsea 0 – 0 Fulham

Derby County 1 – 1 Bolton W.

Portsmouth     7 – 4 Reading

Sunderland 1 – 2 Blackburn R.

West Ham U. 0 – 1 Arsenal

Wigan Athletic 0 – 1 Liverpool

Birmingham C. 0 – 1 Manchester U.

Buat Chelsea Lover, Welcome To The Championship Division and Say Goodbye for Premier League.. 😀

Buat MU lovers & The Kops, Pesta akhir musim tetap akan di london

Posted in Sports | 1 Comment »

Agregator ITB!!(Udah Resmi,apdet 2okt)

Posted by scooterboyz pada September 28, 2007

Sekarang udah ada lho agregator blog-blognya anak2 ITB (ato ARC yah??). Konon katanya (gosip yang dihembuskan pembuatnya 😀 ) bakal dijadiin planet.itb.ac.id.

**Update link 2okt2007**

Linknya adalah : http://galaksi.itb.ac.id

Kenapa awa promosiin??Sebab blog kita tercinta ini tercantum disana.. 😀

Thanks to Mas Wildan yang udah mbuatin web ini

Posted in Coretan, Technology, Uncategorized | 4 Comments »

MEssi Menggila lagi..

Posted by scooterboyz pada September 27, 2007

Ngliat highlight gol2 barca waktu ngelawan zaragoza, gila bener nih orang,dia ngluarin lagi giringannya yang supa dupa gila ituh..

Nglewatin banyak orang sbelum ngegolin..Gila..Gila..Sayangnya aku blm dapet link video golnya. Cari aja ndirilah..

Aku bukan penggemar barca,tapi salute banget buat messi.

Posted in Sports | Leave a Comment »

Gunung Jangan Pula Meletus

Posted by scooterboyz pada September 25, 2007

Gunung Jangan Pula Meletus

by EmHa Ainun Nadjib

Khusus untuk bencana Aceh, saya terpaksa menemui Kiai Sudrun. Apakah kata mampu mengucapkan kedahsyatannya? Apakah sastra mampu menuturkan kedalaman dukanya? Apakah ilmu sanggup menemukan dan menghitung nilai- nilai kandungannya?

Wajah Sudrun yang buruk dengan air liur yang selalu mengalir pelan dari salah satu sudut bibirnya hampir membuatku marah. Karena tak bisa kubedakan apakah ia sedang berduka atau tidak. Sebab, barang siapa tidak berduka oleh ngerinya bencana itu dan oleh kesengsaraan para korban yang jiwanya luluh lantak terkeping- keping, akan kubunuh.

“Jakarta jauh lebih pantas mendapat bencana itu dibanding Aceh!,” aku menyerbu.

“Kamu juga tak kalah pantas memperoleh kehancuran,” Sudrun menyambut dengan kata- kata yang, seperti biasa, menyakitkan hati.

“Jadi, kenapa Aceh, bukan aku dan Jakarta?”

“Karena kalian berjodoh dengan kebusukan dunia, sedang rakyat Aceh dinikahkan dengan surga.”

“Orang Aceh-lah yang selama bertahun-tahun terakhir amat dan paling menderita dibanding kita senegara, kenapa masih ditenggelamkan ke kubangan kesengsaraan sedalam itu?”

“Penderitaan adalah setoran termahal dari manusia kepada Tuhannya sehingga derajat orang Aceh ditinggikan, sementara kalian ditinggalkan untuk terus menjalani kerendahan.”

“Termasuk Kiai….”

Cuh! Ludahnya melompat menciprati mukaku. Sudah biasa begini. Sejak dahulu kala. Kuusap dengan kesabaran.

“Kalau itu hukuman, apa salah mereka? Kalau itu peringatan, kenapa tidak kepada gerombolan maling dan koruptor di Jakarta? Kalau itu ujian, apa Tuhan masih kurang kenyang melihat kebingungan dan ketakutan rakyat Aceh selama ini, di tengah perang politik dan militer tak berkesudahan?”

Sudrun tertawa terkekeh-kekeh. Tidak kumengerti apa yang lucu dari kata-kataku. Badannya terguncang-guncang.

“Kamu mempersoalkan Tuhan? Mempertanyakan tindakan Tuhan? Mempersalahkan ketidakadilan Tuhan?” katanya.

Aku menjawab tegas, “Ya.”

“Kalau Tuhan diam saja bagaimana?”

“Akan terus kupertanyakan. Dan aku tahu seluruh bangsa Indonesia akan terus mempertanyakan.”

“Sampai kapan?”

“Sampai kapan pun!”

“Sampai mati?”

“Ya!”

“Kapan kamu mati?”

“Gila!”

“Kamu yang gila. Kurang waras akalmu. Lebih baik kamu mempertanyakan kenapa ilmumu sampai tidak mengetahui akan ada gempa di Aceh. Kamu bahkan tidak tahu apa yang akan kamu katakan sendiri lima menit mendatang. Kamu juga tidak tahu berapa jumlah bulu ketiakmu. Kamu pengecut. Untuk apa mempertanyakan tindakan Tuhan. Kenapa kamu tidak melawanNya. Kenapa kamu memberontak secara tegas kepada Tuhan. Kami menyingkir dari bumiNya, pindah dari alam semestaNya, kemudian kamu tabuh genderang perang menantangNya!”

“Aku ini, Kiai!” teriakku, “datang kemari, untuk merundingkan hal- hal yang bisa menghindarkanku dari tindakan menuduh Tuhan adalah diktator dan otoriter….”

Sudrun malah melompat- lompat. Yang tertawa sekarang seluruh tubuhnya. Bibirnya melebar-lebar ke kiri-kanan mengejekku.

“Kamu jahat,” katanya, “karena ingin menghindar dari kewajiban.”

“Kewajiban apa?”

“Kewajiban ilmiah untuk mengakui bahwa Tuhan itu diktator dan otoriter. Kewajiban untuk mengakuinya, menemukan logikanya, lalu belajar menerimanya, dan akhirnya memperoleh kenikmatan mengikhlaskannya. Tuhan-lah satu-satunya yang ada, yang berhak bersikap diktator dan otoriter, sebagaimana pelukis berhak menyayang lukisannya atau merobek-robek dan mencampakkannya ke tempat sampah. Tuhan tidak berkewajiban apa- apa karena ia tidak berutang kepada siapa-siapa, dan keberadaanNya tidak atas saham dan andil siapa pun. Tuhan tidak terikat oleh baik buruk karena justru Dialah yang menciptakan baik buruk. Tuhan tidak harus patuh kepada benar atau salah, karena benar dan salah yang harus taat kepadaNya. Ainun, Ainun, apa yang kamu lakukan ini? Sini, sini…” -ia meraih lengan saya dan menyeret ke tembok- “Kupinjamkan dinding ini kepadamu….”

“Apa maksud Kiai?,” aku tidak paham.

“Pakailah sesukamu.”

“Emang untuk apa?”

“Misalnya untuk membenturkan kepalamu….”

“Sinting!”

“Membenturkan kepala ke tembok adalah tahap awal pembelajaran yang terbaik untuk cara berpikir yang kau tempuh.”

Ia membawaku duduk kembali.

“Atau kamu saja yang jadi Tuhan, dan kamu atur nasib terbaik untuk manusia menurut pertimbanganmu?,” ia pegang bagian atas bajuku.

“Kamu tahu Muhammad?”, ia meneruskan, “Tahu? Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallah, tahu? Ia manusia mutiara yang memilih hidup sebagai orang jelata. Tidak pernah makan kenyang lebih dari tiga hari, karena sesudah hari kedua ia tak punya makanan lagi. Ia menjahit bajunya sendiri dan menambal sandalnya sendiri. Panjang rumahnya 4,80 cm, lebar 4,62 cm. Ia manusia yang paling dicintai Tuhan dan paling mencintai Tuhan, tetapi oleh Tuhan orang kampung Thaif diizinkan melemparinya dengan batu yang membuat jidatnya berdarah. Ia bahkan dibiarkan oleh Tuhan sakit sangat panas badan oleh racun Zaenab wanita Yahudi. Cucunya yang pertama diizinkan Tuhan mati diracun istrinya sendiri. Dan cucunya yang kedua dibiarkan oleh Tuhan dipenggal kepalanya kemudian kepala itu diseret dengan kuda sejauh ratusan kilometer sehingga ada dua kuburannya. Muhammad dijamin surganya, tetapi ia selalu takut kepada Tuhan sehingga menangis di setiap sujudnya. Sedangkan kalian yang pekerjaannya mencuri, kelakuannya penuh kerendahan budaya, yang politik kalian busuk, perhatian kalian kepada Tuhan setengah-setengah, menginginkan nasib lebih enak dibanding Muhammad? Dan kalau kalian ditimpa bencana, Tuhan yang kalian salahkan?”

Tangan Sudrun mendorong badan saya keras-keras sehingga saya jatuh ke belakang.

“Kiai,” kata saya agak pelan, “Aku ingin mempertahankan keyakinan bahwa icon utama eksistensi Tuhan adalah sifat Rahman dan Rahim….”

“Sangat benar demikian,” jawabnya, “Apa yang membuatmu tidak yakin?”

“Ya Aceh itu, Kiai, Aceh…. Untuk Aceh-lah aku bersedia Kiai ludahi.”

“Aku tidak meludahimu. Yang terjadi bukan aku meludahimu. Yang terjadi adalah bahwa kamu pantas diludahi.”

“Terserah Kiai, asal Rahman Rahim itu….”

“Rahman cinta meluas, Rahim cinta mendalam. Rahman cinta sosial, Rahim cinta lubuk hati. Kenapa?”

“Aceh, Kiai, Aceh.”

“Rahman menjilat Aceh dari lautan, Rahim mengisap Aceh dari bawah bumi. Manusia yang mulia dan paling beruntung adalah yang segera dipisahkan oleh Tuhan dari dunia. Ribuan malaikat mengangkut mereka langsung ke surga dengan rumah-rumah cahaya yang telah tersedia. Kepada saudara- saudara mereka yang ditinggalkan, porak poranda kampung dan kota mereka adalah medan pendadaran total bagi kebesaran kepribadian manusia Aceh, karena sesudah ini Tuhan menolong mereka untuk bangkit dan menemukan kembali kependekaran mereka. Kejadian tersebut dibikin sedahsyat itu sehingga mengatasi segala tema Aceh Indonesia yang menyengsarakan mereka selama ini. Rakyat Aceh dan Indonesia kini terbebas dari blok-blok psikologis yang memenjarakan mereka selama ini, karena air mata dan duka mereka menyatu, sehingga akan lahir keputusan dan perubahan sejarah yang melapangkan kedua pihak”.

“Tetapi terlalu mengerikan, Kiai, dan kesengsaraan para korban sukar dibayangkan akan mampu tertanggungkan.”

“Dunia bukan tempat utama pementasan manusia. Kalau bagimu orang yang tidak mati adalah selamat sehingga yang mati kamu sebut tidak selamat, buang dulu Tuhan dan akhirat dari konsep nilai hidupmu. Kalau bagimu rumah tidak ambruk, harta tidak sirna, dan nyawa tidak melayang, itulah kebaikan; sementara yang sebaliknya adalah keburukan? berhentilah memprotes Tuhan, karena toh Tuhan tak berlaku di dalam skala berpikirmu, karena bagimu kehidupan berhenti ketika kamu mati.”

“Tetapi kenapa Tuhan mengambil hamba-hambaNya yang tak berdosa, sementara membiarkan para penjahat negara dan pencoleng masyarakat hidup nikmat sejahtera?”

“Mungkin Tuhan tidak puas kalau keberadaan para pencoleng itu di neraka kelak tidak terlalu lama. Jadi dibiarkan dulu mereka memperbanyak dosa dan kebodohannya. Bukankah cukup banyak tokoh negerimu yang baik yang justru Tuhan bersegera mengambilnya, sementara yang kamu doakan agar cepat mati karena luar biasa jahatnya kepada rakyatnya malah panjang umurnya?”

“Gusti Gung Binathoro!,” saya mengeluh, “Kami semua dan saya sendiri, Kiai, tidaklah memiliki kecanggihan dan ketajaman berpikir setakaran dengan yang disuguhkan oleh perilaku Tuhan.”

“Kamu jangan tiba-tiba seperti tidak pernah tahu bagaimana pola perilaku Tuhan. Kalau hati manusia berpenyakit, dan ia membiarkan terus penyakit itu sehingga politiknya memuakkan, ekonominya nggraras dan kebudayaannya penuh penghinaan atas martabat diri manusia sendiri- maka Tuhan justru menambahi penyakit itu, sambil menunggu mereka dengan bencana yang sejati yang jauh lebih dahsyat. Yang di Aceh bukan bencana pada pandangan Tuhan. Itu adalah pemuliaan bagi mereka yang nyawanya diambil malaikat, serta pencerahan dan pembangkitan bagi yang masih dibiarkan hidup.”

“Bagi kami yang awam, semua itu tetap tampak sebagai ketidakadilan….”

“Alangkah dungunya kamu!” Sudrun membentak, “Sedangkan ayam menjadi riang hatinya dan bersyukur jika ia disembelih untuk kenikmatan manusia meski ayam tidak memiliki kesadaran untuk mengetahui, ia sedang riang dan bersyukur.”

“Jadi, para koruptor dan penindas rakyat tetap aman sejahtera hidupnya?”

“Sampai siang ini, ya. Sebenarnya Tuhan masih sayang kepada mereka sehingga selama satu dua bulan terakhir ini diberi peringatan berturut-turut, baik berupa bencana alam, teknologi dan manusia, dengan frekuensi jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Tetapi, karena itu semua tidak menjadi pelajaran, mungkin itu menjadikan Tuhan mengambil keputusan untuk memberi peringatan dalam bentuk lebih dahsyat. Kalau kedahsyatan Aceh belum mengguncangkan jiwa Jakarta untuk mulai belajar menundukkan muka, ada kemungkinan….”

“Jangan pula gunung akan meletus, Kiai!” aku memotong, karena ngeri membayangkan lanjutan kalimat Sudrun.

“Bilang sendiri sana sama gunung!” ujar Sudrun sambil berdiri dan ngeloyor meninggalkan saya.

“Kiai!” aku meloncat mendekatinya, “Tolong katakan kepada Tuhan agar beristirahat sebentar dari menakdirkan bencana-bencana alam….”

“Kenapa kau sebut bencana alam? Kalau yang kau salahkan adalah Tuhan, kenapa tak kau pakai istilah bencana Tuhan?”

Sudrun benar-benar tak bisa kutahan. Lari menghilang.

Emha Ainun Nadjib Budayawan

Posted in Coretan | 1 Comment »

Gooners kembali berjaya..

Posted by scooterboyz pada September 23, 2007

Inilah saat kehancuran bagi Arsenal!!Thierry Henry pergi ke Barcelona. Arsenal bakal tumpul

SMS itu aku dapet dari seseorang sesaat setelah henry pergi dari Arsenal.

Sebagai Gooners,aku jelas kaget dan kecewa denga perginya Henry ke Barcelona. Tapi setelah dipikir2,emang sih Henry sebaiknya pegi, udah setengah musim dia ga main karena cideraa. Dan waktu dia cedera itu,pemain muda Arsenal sudah sangat kompak,bahkan bisa mengejar dari peringkat 8 ke peringkat 4 di Liga Inggris.

Ternyata, sekarang Arsenal makin tajam. Produktivitasnya paling bagus diantara club2 BPL yang lainnya. Peringkat 1 di klasemen sementara liga danbelum pernah kalah. Sampe PEkan ke 7 liga Inggris, Arsenal baru bermain 6 kali,tapi sudah berada jauh meninggalkan para pesaingnya.

Semalam Arsenal membabat Derby County 5-0. Adebayor hattrick!!Gila..

Memang terlalu dini untuk memutuskan Arsenal bakal juara musim ini, tapi ini untuk mengcounter orang-orang yang meragukan Arsenal.

Related Link :

Arsenal PEsta Gol

Arsenal itu Kejam

Ada yang masih meragukan Arsenal??

Posted in Sports | 3 Comments »

Pemandangan Travel Jakarta-Bandung

Posted by scooterboyz pada September 23, 2007

BAru dari jakarta,ada beberapa pekerjaan disana.. 😀

Pas pulang ngliat orang jongkok di pinggir jalan tol, aku rada heran,ternyata orang itu boker..Wekekeke..Fungsi tol di Indonesia ternyata sudah bertambah,selain melancarkan transportasi,ternyata melancarkan metabolisme manusia..

S ayangnya ga bawa kamera..Jadi ga bisa dipoto deh..

Posted in Coretan | 2 Comments »

Mahasiwa tak punya kerjaan : Nonton 2 film sekaligus

Posted by scooterboyz pada September 23, 2007

Mata sakit,duit tekor tapi hati puas..

HAri kamis kemarin,abis mentoring agama (AAEI),aku, fuad dan inkaresa merencanakan nonton RUSH HOUR 3. Emang katro sih,baru nonton sekarang,tapi ga papalah,daripada ga sama ssekali. Dan kita berhasil mengajak Totz buat nonton.

Sampe di CIWALK, kita langsung beli tiket,pake ngaco pula..Tawar2an ga mau bayar tiket sumbangan PMI sebesar 500 rupiah.. 😀 ..Mbak yang njaga tiket sampe heran “Ni anak-ana kok pada miskin-miskin banget,sampe bayar 500 aja nolak”. Yah,karena jiwa sosial kita yang tinggi,akhirnya kita bayarlah..

RUSH HOUR 3..Sumpah,lucu abis..Ceritanya itu Inspektur Lee dan Detective Carter mau menumpas taipan triad cina. Petualangan itu membawa mereka ke Paris. Kayanya serius kan??Tapi penyampaiannya super kocak,sampe ngakak2 tak terkendali gitu..

Kalo mau liat website resminya disini dan kalo mau liat sinopsisnya disini aja deh. Ini trilernya disini

Nilainya 8.5/10

Abis itu itu masilah kita jadi orang iseng..Nonton lagi..

Tadinya mau nonton Rogue Assasin ,tapi karena udah telat agak lama,kita memutuskan nonton Brave One yang dibintangi Jodie foster

Kita sama sekali ga tau tentang film ini,cuma si fuad aja yang tau,katanya keren,ya udah..Ternyata filmnya bikin ngantuk di awal,tapi begitu udah ke tengah-tengah cerita,seru abis cuy!!TEntang si Erica Bain ini yang mau balas dendam ke berandalan yang nyiksa pacarnya sampe mati. KEren filmnya,dia nembak-nembak orang dengan santainya,meembangkitkan nafsuku untuk membunuh.. 😀

Nilainya 7.5/10

Sinopsis disini dan official sitenya disini

Posted in Coretan, Pelem | 3 Comments »

Visa Ane Ditolak

Posted by scooterboyz pada September 18, 2007

Hiks..

Baru dari kedutaan,mau ngambil visaku dan babeh..Perjuangan berat dari bandun jam 5 pagi trus ngantri dll,eh ternyata visaku(visa babeh udah beres) ditolak,katanya kurang jelas acaranya disana..

Geblek,padahal udah ada letter of support dari Oracle sendiri. Tapi setelah awa pikir,itu mungkin karena awa nambah beberapa hari buat pulang dari tanggungan oracle itu,jadi dianggep ga jelas mau ngapain kesana..

InsyaAllah minggu depan ngajuin lagilah dan waktunya dipas aja,jadi biar lebih jelas..Doakan semoga berhasil yah!Semoga bisa mengharumkan nama Indonesia disana..

Posted in Coretan | 3 Comments »

Internet mati mati..

Posted by scooterboyz pada September 17, 2007

Kenapa yah??

Kok jadi sering ngadat ni internet..

TEIN rusak ya??Segeralah hidup lagi sayangku.. 😀 ..Tiada surga dunia seperti ngenet di kampus..Tapi surganya lagi ngadat..

Padahal baru ada yang bangga2in.. http://fajarf.wordpress.com/2007/09/16/geje

Hehehe..

Posted in Technology | Leave a Comment »

Mentari dan Perjuangan Mahasiswa

Posted by scooterboyz pada September 16, 2007

Sebuah lagu yang merupakan lagu perjuangan di kampusku dan semua anak himpunan pasti tahu lagu ini sebab ini sudah menjadi lagu wajib di kampusku. Padahal penulis lagu ini,Iwan Abdurrahman, juga bukan alumni dari sini loh,tapi anak-anak tetep bangga menyanyikan lagu ini.

Mentari

By : Iwan Abdurahman

 

mentari menyala disini
disini di dalam hatiku
gemuruhnya sampai disini
disini di urat darahku

meskipun tembok yg tinggi mengurungku
berlapis kawat duri sekitarku
tak satupun yg sanggup menghalangiku
menyala didalam hatiku

stanza:
hari ini hari milikku
juga esok masih terbentang
dan mentari kan tetap menyala
disini di urat darahku.

Masihkah lagu ini menjiwai jiwa-jiwa muda dari kampus ganesha??Sebuah semangat perjuangan yang tak pernah padam dari lagu itu,masihkah menjadi semangat kader-kader muda Ganesha ini??Jujur saja, itu sudah jarang terlihat,dari semua aspek kewajiban mahasiswa yang tercantum di tri dharma perguruan tinggi yaitu Pendidikan, Keilmuan dan Pengabdian Masyarakat.

Entah apa pendapatku ini hanya cerminan hasil pengamatan dari sekelompok orang (termasuk diriku) ataukah emang bener mahasiswa sekarang beda dengan yang dulu. Kalo ngliat perjuangan mahasiswa di masa lalu, kayanya sangat dominan sekali, bahkan mahasiswa bisa mengubah posisi pemerintahan. Sekarang?? Setiap demo selalu kacau dan tidak terencana,sehingga ga ada hasilnya. Itulah sebab kenapa aku tidak mau bergabung ke BEM, KM atopun yang sejenisnya, sebab sudah tidak ada lagi hasil nyata dari mereka, bahkan sekarang cenderung arogan.

Pernah sekali waktu, aku diajak untuk datang pada rapat sebuah organisasi gabungan kemahasiswaan Muslim se-Bandung, yang pada masa lalu, pada perjuangan Indonesia di masa Orde Lama, Orde baru dst merupakan organisasi dominan dan ternama. Aku sangat semangat waktu berangkat. Hasilnya disana??Berantem sendiri-sendiri antar universitas, semua punya pendapat sendiri yang HARUS disetujui. Aku cuma ketawa aja dan mlipir-mlipir pulang.

Perjuangan mahasiswa sekarang :

Demo di kantor pemerintah –> Nyanyi-nyanyi (we shall overcome dan mentari) –>Rusuh –>Pulang

HAsil demo?? Nihil..Entah pemerintanya yang anti kritik, ato mahasiswanya yang ga logis.

Tapi diatas semua itu, awa bangga jadi mahasiswa!!Cuma tidak bangga pada perjuangan mahasiswa yang sangat jauh dari impianku selama ini. Dan awa tidak bisa mengubah semua itu..

Oiya, di kampusku ada coretan menarik, mungkin dia orang yang merasa sedih dengan perjuangan mahasiswa yang tidak jelas juntrungannya. (terpaksa ada yang disensor, nanti ada yang protes 😀 )

OCoretan

Oiya,lupa nyantumin sumber..AKu ambil gambar itu dari http://brahmasta.net/ dengan sedikit editing..

Posted in Coretan | 2 Comments »