Scooterboyz Bertutur

Hanya sekedar blog biasa

Kebiasaan Brainstorming dan Bermimpi

Posted by scooterboyz pada Mei 1, 2008

Saya sudah merasakan bekerja sama dengan orang dengan berbagai jenis kebiasaan dan tentunya akan semakin banyak lagi seiring bertambahnya waktu dan tahapan kerja. Selain itu juga dengan berbagai ras dan suku serta kebangsaan. Kebiasaannya tentu berbeda-beda, baik orang Indonesia, India, Eropa, Amerika dll. Bahkan orang Indonesia yang sudah lama di luar negeri pun akan berbeda dengan orang Indonesia pada umumnya.

Saya ingin menyoroti masalah brainstorming. Saya bener-bener geli kalo sudah mendengar istilah brainstorming di Indonesia. Brainstorming di Indonesia itu adalah memikirkan dan membicarakan apa yang akan dijadikan topik dalam sebuah kegiatan. Sedangkan yang saya liat pada kebiasaan orang luar negeri, brainstorming itu berarti membicarakan apa yang sudah ada di pikirannya untuk dijadikan sebuah topik dalam sebuah kegiatan. Sudah keliatan apa bedanya?Di Indonesia sangat jarang ada yang memikirkan apa yang mau dibicarakan sebelum ketemuan brainstorming itu, jadi biasanya pada mikirnya on the spot. Sedangkat kebiasaan orang barat adalah memikirkan sampe matang dulu apa yang mau dibicarakan dengan segala dasar2nya dan mempersiapkan beberapa alternatif sekalian baru datang ke tempat pembicaraan. Susah mengungkapkannya dalam kata-kata emang..:mrgreen:

Saya belajar banyak dari orang-orang itu bahwa persiapan itu harus matang.

Baru sekitar seminggu yang lalu saya ketemuan dengan beberapa mahasiswa ITB untuk membicarakan satu masalah. Notabene mereka adalah aktivis K******* M******** ITB yang saya kira sudah ahli dalam urusan pembicaraan seperti ini. Dan hasilnya,hohohoho..Nihilll…Saya saat itu sebagai “orang luar” yang mereka belum terlalu kenal,diberi kesempatan bicara pertama. Saya memnjelaskan pendapat saya dan beberapa alternatif pemikiran lainnya. Terus saat orang kedua diberi kesempatan berbicara, kata pertama yang keluar “Hmm..Apa ya?Belum kepikiran juga sih”. Astaganaga..Begitu juga orang ketiga dan keempat. Saya jujur aja agak mangkel liat ini. Buat apa saya menghabiskan waktu saya untuk menunggu mereka berpikir  DARI NOL.

Dan kejadian itu bukan baru sekali dua kali saya rasakan. Tidak hanya dengan sesama mahasiswa, tapi juga dengan orang-orang yang sudah bekerja atau sejenisnya. Jadi tidak salah kan kalo saya menggeneralisasikan itu?Disini bukan saya mau pamer atau apa, tapi kali aja bakal menjadi bahan koreksi buat kita semua. Saya soalnya juga tidak selalu siap dengan pendapat-pendapat itu, tapi minimal saya sudah berusaha. Ini cuman saya ingin jadikan bahan perenungan bareng-bareng aja, tidak bermaksud menggurui.

Pantesan aja brainstorming untuk hal-hal kecil di Indonesia ini berjalan dengan sangat lama, bahkan dua atau tiga kali ketemuan baru beres, sedangkan apabila kita bekerja sama dengan orang luar negeri, bisa cuman sejam dua jam doang. Ga nyalahin kalo DPR itu rapat membicarakan sesuatu bisa sampe berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Mungkin ini yang harus diperbaiki dari kita. Saya probadi juga ingin belajar untuk menjadi seorang “pengemuka pendapat” yang baik.

Mungkin ini ada sedikit tips and trick resep dari Mbah Arip:mrgreen: :

1. Pahami betul dimana wilayah yang akan dibicarakan dengan baik

2. Pahami betul siapa yang akan anda ajak bertukar pendapat.

3. Persiapkan pendapat anda dengan sangat lengkap dan baik SEBELUM difloorkan ke orang lain (Jangan on the spot mikirnya)

4. PErsiapkan juga alternatif pendapat yang bisa dipertimbangkan apabila pendapat pertama anda ditolak.

5. Berdoa pada Ilahi Rabbi..–> Penting ini.:mrgreen:

Mungkin itu solusi dari saya, sebab memberi masalah tanpa solusi sama dengan bambang..:p

Terus ada satu lagi, saya kurang suka dengan orang yang akan memberikan pendapat terus ngomong “Ngga jadi ah,jelas ga mungkin soalnya”. Kenapa harus gitu?Saya masih percaya semua penemuan yang mengguncang dunia itu selalu berasal dari mimpi. Mana bisa Newton menemukan hukum-hukum Newton kalo dia ngomong gitu. Mana ada teknologi iPod Touch kalo Steve Job ngomong gitu. Mana ada Teknologi Chatting kalo semua orang ngomong “Ga mungkin ah,bisa ngobrol lewat tulisan dan langsung diterima”. Iya ngga?Harus setuju..:p

Entah kenapa kata-kata itu sering keluar dan kepercayaan diri orang kita untuk menyampaikan pendapat itu sangat rendah. Kalo menurut seorang teman saya, Alief Nugraha, itu karena Indonesia ini kelamaan dijajah, baik secara fisik maupun mental. Saya pikir bener juga, mental kita masi terjajah sampe sekarang. Semoga akan terjadi perubahan dahsyat bagi negeri ini.

Disini saya bukan apatis atau sinis, tapi ini juga bahan renungan buat saya sendiri. Ada orang yang sering denger saya protes mengenai bangsa ini dan dia tanya “Situ merasa nyesel ya jadi orang Indonesia?Ga bangga?”..Apa jawaban saya?Tau sendirilah..:p

Credit Goes to Alief Nugraha yang menjadi temen kompak kalo ngomongin masalah ginian..😀

13 Tanggapan to “Kebiasaan Brainstorming dan Bermimpi”

  1. Fajar said

    sekem

  2. GR said

    Peribahasanya, “Sedia payung sebelum hujan”. Eh orang indon mah malah biasa gini, “Kehujanan dulu, baru pakai payung”.

    Iya gitu kan, rif?😀

    ^^

  3. msaiful said

    c*mp*sch*nn*l ya?
    lagi?

    wuih,foundernya aja udah loncat entah kemana..
    hehehe…

  4. @fajar
    Biar..:p

    @GR
    Betooolll..:mrgreen:

    @Ipul
    Ndak,ini beda urusan..:D

  5. Rochmad said

    wah saya salut dengan pemikiran ente Mbah Arip🙂
    jujur saja saya pernah dalam keadaan seperti ente, emang mangek sich mbah….
    tapi jujur juga saya kadang juga nggak terlalu siap juga jika ditanya pendapat maupun ide yang akan dibahas dalam rapat, paling paling minimal saya mempersiapkan walaupun cuma sedikit😀

  6. Angga said

    ndak semua aktivis K******* M******** begitu, tapi kebanyakan begitu… ^_^

    @Ipul
    Foundernya udah naik pangkat, bukan lagi menteri… :p

  7. hamka said

    ahh kebanyakan rapat kutengok…

    coba jalan2 ke CC di sore hari, hitung berapa lingkaran2 mahasiswa, tak tahu apa yang dibicarakan, tak tahu juga apa yang sudah terlaksana 😀

  8. reditya said

    intinya adalah aksi, jangan sampai hanya menjadi wacana. betul?😀

  9. @RNH
    Mangek tu apaan?:D

    @Angga
    Situ termasuk?<_<

    @Hamka
    Seperti biasa..Ndak ada hasilnya pulak..:p

    @Reditya
    BETOOOLLL..Jangan cuman NATO..

  10. Nanta said

    @ ipul
    Wah yen melu acara ngono kudu cepak2 gaplek, ro kopi, ro mp3player, ro kasur lek perlu.. hahaha😀 piss guyon pek

  11. tutu1ng said

    waduh serius banget yang ini Bomz, hehe…

    tapi setuju banget, malah orang yang udah “kebanyakan” mikir (dan mengkritisi segala sesuatu disekitarnya) dan “menyiapkan” bahan biasanya malah dicap “orang aneh”, duh…

  12. nana said

    Wah, gw jg baru ngerti Bom klo Brainstorming harusnya kayak gitu.. slama ini klo gw rapat jarang nyiapin seblumnya, hehe.. Bagus2! Kritik membangun Bom, trutama buat diri gw sendiri,heehee..thx bro!!

  13. @Nana
    Semoga membantu..:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: