Scooterboyz Bertutur

Hanya sekedar blog biasa

Catatan Perjalanan: Kuala Lumpur, Malaysia

Posted by scooterboyz pada Januari 24, 2009

Kuala Lumpur, ibukota Malaysia, kota yag sangat maju dan nyaman. Disini terdapat berbagai infrastruktur yang memudahkan warganya untuk beraktivitas, terutama system transportasinya. Entah kenapa, saya sering menilai kota di luar negeri itu dilihat dari kemudahan transportnya. San Francisco dengan BARTnya dan Kuala Lumpur dengan LRTnya. Enak banget, mau kemana-mana, ga perlu bingung nyari taksi atau bus yang nyaman, cukup dengan LRT ini, sudah sangat nyaman. Mau liat petronas? Naik LRT sampai KLCC. Mau mencari transport ke bndara? Bisa naik KLIA Express ataupun apabila mau mencari yang lebih murah, naik LRT sampai KL sentral dan naik bus SkyBus atau AeroBus hingga bandara. Tarifnya juga murah banget, cukup beberapa ringgit, sampean sudah bisa kemana-mana. Di Malaysia ini saya tinggal di rumah kawan, di Bangi. Jauh? Ya, tapi enak, kita cukup naik KTM ke Bangi hanya dengan 3.7 ringgit, dalam 45 menit (minit kalo kata orang Malaysia) kita sudah sampai. Keretanya pun nyaman dan (sepertinya) aman. Anti macet dan anti ruwet.

Selain itu, di kuala Lumpur ini, banyak sekali orang dari berbagai etnis dan Negara. Kadang kalau sedang di LRT, saya geli sendiri, ini kereta local atau kereta antar bangsa, India ngomong bahasa mereka, orang-orang melayu bicara dengan bahasa melayu, orang barat bicara dalam bahasa Inggris dan kadang dalam bahasa apa yang saya ga ngerti, sepertinya prancis atau apa gitulah, orang-orang cina yang buanyak juga di sana, bicara dalam bahasa cina. Sedangkan saya, sigit dan edi (yang menyediakan tempat menginap buat kita) bicara dalam bahasa Indonesia. Jadi susah kalo mau nguping omongan orang..:mrgreen:

Tapi untuk wisata seperti yang saya suka lakukan di Indonesia atau Vietnam yaitu mengunjungi situs-situs natural atau bersejarah, itu kurang menarik apabila kita ke Kuala Lumpur. Entah ya, saya agak bosan disini, karena ga bisa ke tempat-tempat seperti itu. Cocoknya di KL ini untuk orang yang senengannya wisata ke Mall dan shopping. Mungkin kalau saya ke kota-kota lain bakal menemukan hal yang menarik, tapi sayangnya waktu kita disini sangat mepet, ga bisa jalan-jalan jauh. Oiya, apa bedanya yang membuat saya tidak bosan di Singapore, padahal mirip tuh? Karena di Singapore kita sudah ga kaya di ASEAN ataupun bahkan Asia. Singapore sudah dunia lainlah.

Acara kita disini ga terlalu banyak. Kita mendarat di Singapore tanggal 21 Januari pukul 11.30 malam. Terus kita tidur dan istirahat di Food Garden LCCT (Low Cost Carrying Terminal aka terminal tempat orang yang pengen jalan-jalan murah) di bandara KLIA, jadi kita ga ke bandara utamanya. Setelah jam 4 pagi, kita naik bus (aka bas kalo kta orang sini) ke KL Sentral dan kita menunggu buat ketemu Edi. Ternyata meeting pointnya pindah ke KLCC. Naik LRT ke KLCC dan ketemu Edi disana, minum teh tarik dolo kita dan kemudian Edi kuliah, kita langsung ke Bangi, ke rumah dia. Istirahat hingga agak sore dan terus kita pergi lagi ke MidValley, ada megamall disana, Sigit pengen bernostalgia ketemu sama temen-temen dia sekolah semasa di Malaysia dulu (Sigit sekolah di Malaysia sampai kelas 3 SMA). Disana ya kita liat mall yang biasa-biasa aja (maksudnya gara-gara saya ga suka ke mall,jadi biasa-biasa aja). Kata si Edi, ini mall terbesar di Asia Tenggara, masa sih?Saya juga ga tau..Hehehehe..

Selepas sigit bertemu kawannya di sana, kita menuju ke KLCC buat memenuhi hasrat saya ambil foto, terutama di Petronas dan Suria KLCC. Soalnya bingung juga, biar ga bambang ngambil foto khas Malaysia dimana lagi,hehehe.. Petronas di malam hari sangat indah. Langsunglah kita ambil foto-foto.:mrgreen:. Di Suria KLCC, saya cuman beli coklat sugarfree aja, buat oleh-oleh nenek di Solo(nenek dan kakek di Jakarta sudah dapet oleh-oleh di Vietnam, gimana dengan bapak ibu dan adik-adik saya?Bingung..:mrgreen:..Gimana dengan kawan-kawan saya? Keknya oleh-oleh terbesar buat mereka adalah melihat saya sampai di Bandung dengan selamat..pedeeee…:P) . Dari sana, kita balik ke Bangi lagi dan tidur, pagi-pagi sudah harus berangkat ke Singapore dengan kereta.

Menjelang Chinese New Year
Petronas
Pancuran

Saat menulis ini saya lagi di kereta menuju ke Singapore, 8 jam perjalanan siang-siang bo, bosan juga, setelah tidur lama, saya nulis aja daripada ga ada kerjaan..:D..Oiya, kita macam orang kaya aja, naik keretanya yang first class, 68 ringgit bo..Bukan sok-sokan atau apa, tapi keabisan tiket yang lain. Waktu belipun tinggal 6 biji tiket ke Singapore yang first class ini. Abis mungkin gara-gara ini sudah weekend menjelang Chinese new year, jadi pada menuju ke Singapore yang katanya perayaannya paling megah. Y sutralah..Sudah rindu sama nolang, gita, budi, arie sukrie dan kawan-kawan, hehehehe..

Jadi rekomendasi saya, kalo mau ke Malaysia dalam waktu panjang, mungkin harus nyari-nyari di kota lain selain KL, rada membosankan soalnya disini, cuman saya kagum dengan transportasinya aja. Kapan yah ada beginian di Indonesia..Hehehe

Oiya, ada hal menarik satu lagi, bahasa orang Malaysia yang melayunya. Kocak bener kalo say abaca. Golongan kurang upaya (cacat maksudnya), penyeluk saku (copet) dan lain-lain. Mungkin orang Malaysia kalo ke Indonesia juga geli kali yee.. Saya juga ketipu sama anak-anak rileks, kita kebiasaan pake kata-kata “awak” untuk pengganti “saya” di rileks, dan ternyata disini “awak” itu berarti kamu, wooo lah…

Thanks berat buat edi atas semua jamuannya disini.

Oiya, sekalian aja, selamat buat teman saya SMA, Rizka Pertiwi dan Muhammad Novvaliant yang akan menikah tanggal 25 Januari ini, maaf banget ga bisa datang, sebab saya sampai di Indonesia baru tanggal 25 Januari malam. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawahdah wal rohmah. Amin.

Udah deh..Ngantuk lagi ini di kereta..

5 Tanggapan to “Catatan Perjalanan: Kuala Lumpur, Malaysia”

  1. Ardi_Jb said

    Di Kampung awak, awak itu artinya kamu ….. (bingung gak lo… Huehuehue)

  2. ael said

    wah, marai pengen.. maw sore (7 feb) ng trans ana review jalan2 ng thailand barang, surga backpacker.. ah, memang beruntung kali kau, pak

  3. yuugi said

    wahwah..seru kayknya nih mas..
    numpang minta pendapat nih…loh..

    mas klo cara termurah ke malaysia lewat darat/batam aja yess..
    untuk fiskalnya kena berapa uah sekarang..heheheh

    pengen jalan2murah euyy…

  4. ame said

    thanks for sharing…..

    sangat membantu sy yg maw backpack murah ke malaysia….

  5. […] 1 :… di Catatan Perjalanan : Singapore… thalib di 5 CM : sebuah novel ame di Catatan Perjalanan: Kuala Lump… lovelyana di Catatan Perjalanan: Hanoi,… adli di Windows ataukah Linux […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: